Ayo Mudik & 17-an di Jogja

Uncategorized 1 Comment »

Ehm… ternyata aku udah 6 bulan tidak mudik… ini paling lama selama aku merantau. YAh… buat orang lain 6 bulan itu sebentar, tapi buat aku itu lama buanget…
Kadang jadi jealeus kalo dikasih kabar adikku kalau di Jogja lagi ada pameran komputer, pameran buku, lagi ada rasulan, pokoke acara apapun di jogja emang ngangeni….
Tinggal 2 hari lagi aku mau pulang kampung, tepatnya hari rabu, 13 Agustus 2008, siang. Pengennya sih naek pesawat yang siang biar sampai di Jogja bisa jalan2 dulu, shoping2 dulu (kalo punya duit), kalau gak ya sekedar muter2 Jogja sambil melepas kerinduan…
Eh minggu kemaren pas konfirmasi ke Mandala aku dikasih tahu kalau ada perubahan jadwal, katanya pesawat2nya punya Mandala lagi maintanance di Singapura (jauh amir..). So.. pesawatku pindah ke jam 18.30, buset malem coy…
Bus dari Jogja ke Semin kan terakhir jam 4? So, it’s OK, ntar kan dijemput bapak ibuk dan opik… hahaha.. Cuma planning yg gak terlaksana adalah… jalan2… Terpaksa deh acara jalan2 diundur habis 17-an di Wonosari, catet : Wonosari, bukan Jogjakarta. Ada beberapa hal yang membuatku tidak bisa (lebih tepatnya tidak mau) 17-an di Jogja. Tapi gak enak kalau ditulis disini. Tp Alhamdulillah setelah tugas   paskibraka 17 Agustus 203 aku masih sempat menginjakkan kaki di Ambarbinangun dan Gedung Agung tahun 2007 kemaren.
Nah, sekian dulu info menjelang hari ke-mudik-an ku… Pokoke wis ra iso turu..
Ragaku di Balikpapan, tapi hatiku di Jogja… hahah
NB, aku kmrn habis beli Kemeja + Dasi buat ntar 17 Agustus, kebayang gak sih keren bgt….

Marhaban ya Ramadhan

Religion No Comments »

Asslamualaikum…
Wah tak terasa ini adalah bulan Ramadhan saya yang kedua di Balikpapan. Tahun kemarin, dua minggu sebelum puasa saya menginjakkan kaki pertama kali di Balikpapan. Dan suasananya memang benar-benar berbeda dengan di Jogja ataupun Semarang. Namun, apapun yang terjadi di luar sana, semoga tidak mengurangi kekhusyukan Ibadah Puasa kita.

Selamat menunaikan puasa, semoga Ramadhan ini membuat kita menjadi sosok yang lebih baik dan lebih mulia. Amin.

Lama Nian Tak Jumpa

Uncategorized 2 Comments »

Wow… akhirnya saya menulis lagi di blog friendster, rasanya saya sudah lama sekali tidak update blog (atau barangkali hanya perasaanku saja ya… :p ). Memang saya sengaja membiarkan apa adanya karena saya sedang konsen membangun blog saya di www.wahidhasan.wordpress.com. Jadi ya harap maklum…

Saya ingin bercerita sedikit tentang kerinduan saya menjadi pelaksana biasa. Bukan berarti saat ini menjadi pelaksana yang tidak biasa. Tapi memang semenjak saya menjadi B*n*ah*ra.. rasanya kehidupan saya berbalik 180 derajat. Bagaimana tidak, saya dulu tidak pernah diberi amanat seberat ini, dengan konsekuensi denda sampai pidana, dengan volume kerja yang bisa dibilang rendah, dan yang pasti saya tidak pernah merasa terbebani dengan tugas saya.

Namun, sekarang semuanya berubah. Jabatan saya memaksa saya berpikir keras bagaimana bekerja tanpa kesalahan, karena ini masalah uang. Uang 1 Milyar yang kurang 1 rupiah belum genap 1 Milyar, jadi meskipun nilainya kecil, itu harus dipertanggung jawabkan. Saya harus banyak belajar, dan banyak bergaul untuk memperluas wawasan agar setiap saat ada peraturan baru, saya tidak ketinggalan.

Ada perasaan takut, namun juga bangga. Takut karena resiko atas jabatan saya bisa dibilang lumayan berat, sedangkan sampai saat ini tidak ada kompensasi resmii dari pemmerintah atas jabatan saya. Jadi kadang saya merasa diperlakukan tidak adil. Bagaimana tidak, pegawai biasa tanpa tanggung jawab besar, gajinya tidak ada bedanya dengan pegawai dengan beban pekerjaan yang berat. Ketika pegawai lainnya tinggal menunggu perintah, saya tidak bisa begitu. Saya harus sudah bergerak dahulu agar bos tidak marah-marah.

Sejak bulan April yang lalu saya sudah berencana mau cuti pulang kampung, namun sekali lagi karena posisi saya ini yang menjadikan semua rencana pulang kampung jadi tertunda dan saya sendiri juga tidak tahu ditunda sampai kapan. Saya sudah beli tiket, berhubung batal, saya undur 1 bulan. Namun ternyata batal lagi. Barangkali inilah yang namanya pengorbanan. Mengorbankan keinginan pribadi demi kepetingan negara (halah sok nasionalis…).

Saya masih yakin, suatu saat saya akan mengetahui hikmah di balik semua ini. Dan bagaimanapun juga saya harus melaksanakan tugas saya sebaik mungkin tanpa perlu merasa bahwa itu tugas, bukan beban. Bukankah tugas dan beban adalah dua hal yang berbeda.

Sekian, dan terima kasih.
Salam hangat untuk Jogja. Nantikan aku kembali.

16 Jam Non Stop

Uncategorized No Comments »

Wuih..akhirnya setelah 16 jam download file ISO Ubuntu 6.10 LTS Edgy Eft.
2 Maret 2007 menjadi hari yang paling gila dalam hal urusannya dengan internet. Saking kepengennya nyobain Ubuntu, hari itu aku memutuskan untuk ikut paket malam di radjanet. Perkiraanku waktunya cukup untuk mendownload file 700 MB, tapi ternyata meleset jauh sekali.
Jam 10 malam aku dah datang di warnet bawa Laptop kesayanganku. Langsung saja kunyalakan Kubuntu, eh lha kok Wifi tidak terdeteksi. Ya.. akhirnya gak jadi ngrasain internetan pake Linux. Back to Windows XP (Bajakan tentunya). Pertama-tama buka email, friendster, dan sbgnya yang sekiranya perlu, termasuk update antivirus dan update my Firefox. Setelah beres, jam 11 tepat aku mulai mendownload melalui mirror di Taiwan. Karena berurusan dengan file yang besar, tentu saja aku memanfaatkan Download Accelerator 8.1. Cukup bagus, keuntungannya kita bisa pouse dan resume. Jadi misalnya sewaktu-waktu listrik padam, bisa dilanjutkan nanti.
Waktu sudah menunjukan pukul 04.00, aku belum tidur sama sekali, dan aku mulai gak tenang sewaktu liat indikator baru bejalan 40 persen. Wah bisa sampai siang neh.. Dan benar, jam 8 pagi paketanku habis, aku baru dapat 60 persen. akhirnya aku ambil paket lagi 3 jam, tapi ternyata tidak cukup juga. Warnet sudah mulai ramai, jadi koneksinya semakin lambat. Dan pukul 13.00 Akhirnya aku menyerah, sudah 99 persen. Aku lelah, dan laptopku mungkin lebih lelah lagi bekerja nonstop hampir 15 jam. And I go home with unfinished work…

Sementara aku mandi aku berpikir, mungkin gakk ya di resume di kantor? Im sure. Jam 2 lebih aku ke kantor, setting ini itu. Dan Alhamdulillah masih bisa di resume, itu artinya apa yang kulakukan semalaman menjadi tidak sia-sia. Aku tidak butuh internet yang cepat, yang penting stabil itu sudah cukup.
Kujalankan lagi DA 8.1 ku, what.. kecepatannya cuma 2,5 KBPs. Lambat betul… Tak apa. Sembari menuunggu download, aku tidur di Sofa, bangun-bangun jam empat, download sudah  selesai. Kucoba burn di CD dan Alhamdulillah berhasil. Insyaallah malam ini akan kucoba install di Laptopku, menggantikan Kubuntu 6.06 yang telah lebih dulu nongkrong.

Alhamdulillah.

Lembur Internetan

Uncategorized No Comments »

Whahaha… beginilah orang kalo udah mulai kecanduan Internet (wah kyk narkoba aja..). Rasanya gelisah kalo sehari aja gak Online (Kalo istilahnya Windows Versi Indonesia : Daring, dalam jaringan). Dan semoga saja kegemaranku berinternet bukan karena kecanduan, tapi karena kebutuhan…

Ceritanya begini..sejak beberapa waktu yang lalu, saya penasaran banget sama yang namanya Linux. Sistem Operasi Open Source yang kata orang susah, ribet dsb yang susah2. Tapi entah kenapa kok rasanya hal itu malah semakin membuat saya tertarik dengan mbak Linux (Begitu saya memanggilnya biar kelihatan lebih menarik)..
Sebenarnya saya sudah tertarik dengan mbak Linux mulai SMA, waktu itu cuma sering baca2 artikel di majalah. Tepatnya InfoLinux bekas yang saya beli cuma 10 ribu rupiah. Untungnya saya ketemu Mas Kris (Duta Komp), dia cerita kalo dia punya Mandrake 9. Nah tanpa pikir panjang saya bawa CPU pentium III saya ke tempatnya Mas Kris dan diinstall Mandrake 9. Namun, apa boleh dikata, berhubung bekal Ilmunya belum cukup, saya dibuat pusing dengan maslah seting printer (waktu itu printer saya malah gak bisa ngeprint hitam, tapi abu2). Selain itu saya bermasalah juga dengan Sound card, gak bisa ke detect bos.Emang Install driver di Linux gak semudah di Windows yang tinggal klik, selesai. Dan untuk sementara saya putus asa untuk beberapa waktu.
Saat kuliah, muncul lagi keinginan untuk mempelajari Linux. Nah saya nyobain lagi Linux Red Hat 9, saya berhasil Install, tapi lambat banget. Dan satu lagi yang membuat saya jadi enggan, ternyata Red Hat tidak mendukung file MP3. So? Delete Partition + FDISK/MBR. Habis sudah, dan kembali ke Windows 98 lagi… wah susah tenan jebule…
One day, aku di kotagede ketemu Mas Fitri, dia cerita kalo punya byk CD Ubuntu (Dulu aku gak tau babar blas apa maksudnya ubuntu, tapi saya sudah sedikit tau tentang Gnome dan KDE). Nah.. waktu itu masih Ubuntu 5.04. Masih 2 Cd, satu installer dan yang satu lagi versi Live CD. Dan saya mulai bersemangat lagi nyoba2 install di komputer saya. Dan berhasil. Namun berhubung waktu itu masih music oriented, saya jadi enggan lagi. Akhirnya lama saya mencari kesana kemari mencari distro Linux yang cocok buat saya dan mudah. Saya mulai mengumpulkan distro-distro plus info-info tentang distro itu. Ada lumayan banyak juga, antara lain :
1. PC Linux OS .Ini tampilannya bagus banget, bahkan menurut saya lebih bagus ketimbang windows XP. Bersih dan menarik.
2. Puppy Linux. Wow… imut.. lambanya Gug Gug (Anjrit). Ringan banget, lha wong cuma 50 MB, dan sederhana.
3. Knoppix. Ini aku pertama dapet tahun 2003. wah hebat, gak perlu diinstall, langsung dari CD. Tampilannya biru, indah tapi berhubung saya masih buta dengan perintah tulis, akhirnya saya menyerah juga.
4. Freespire. Tampilannya mirip windows. Mudah pakai. Cuma saya jadi males karena dia gak bisa ngenali soundcard di Laptop saya.
5. Pacer Linux. Ini Linux keluaran dari Acer. Produsen PC dan Laptop itu lho… Bagus sih, tapi saya gak terlalu suka dengan taskbanya, bosen, mirip windows. Dan entah kenapa kok saya kesulitan setting buat internetnya. Padahal itu turunannya Knoppix. Dan waktu saya instal di Laptop saya (dual boot), Pacer tidak mendeteksi adanya OS Windows XP SP2 yang sudah ada. Jadi MBR nya ketutup dan tidak muncul di Grub.
6. SimpleMEPIS. Bagus sih, desktopnya agak santai, ada aquariumya lagi.. Tapi ternyata karena kebodohan dan tidak berani mengambil resiko, saya tidak berhasil nyetting display biar bisa 1024x sekian (maklum, saya pake komputer kantor buat percobaan)
7. Ubuntu. Ini  linux yang palinhg manusiawi, bagaimana tidak, slogannya aja Linux for Human Being. Tampilan orange menarik, desktop interfacenya pake Gnome. Ringan. Aplikasi cukup lengkap, tapi karena hak cipta, tidak mendukung format MP3. (dan saat menulis ini, saya sedang download Ubuntu 6.10, dan kayaknya bakalan semaleman neh..)
8. Kubuntu. Ini saudara kandungnya Ubuntu, cuma kalo yang ini pake KDE. Saya sempat bahagia, saya berhasil install di Laptop dan di Grub keliatan Micrst. windows XP. Artinya bisa deteksi kalo ada OS lain di Laptop. Nah pada siatu hari aku bawa ke Warnet WiFi, eh ternyata Kubuntu tdk mengenali Hardware saya… pening… nyesel, padahal tampilannya cantik sekali.

Dan masih ada beberapa lagi distro linux yang saya miliki, tapi belum saya coba jadi saya belum bisa cerita,

Beginilah kalo orang awam mencoba belajar Linux sendiri. Pening… Saya kadang nyesel, kenapa saya dulu tidak diajari orang tua saya pakai Linux, ya minimal sekolah membiasakan menggunakan linux. Jadi kita saat ini tidak pening lagi ketika dihadapkan pada yang namanya Linux. Dan tidak lagi terbelenggu lagi dengan persoalan HAKI dan pembajakan…

Wish u all the best.

Lucu ya…

Uncategorized No Comments »

Lucu ya, uang Rp 20.000-an kelihatan begitu besar bila dibawa ke kotak amal masjid, tapi begitu kecil bila kita bawa ke supermarket.

Lucu ya, 45 menit terasa terlalu lama untuk berdzikir, tapi betapa pendeknya waktu itu untuk nonton pertandingan sepakbola.

Lucu ya, betapa lamanya 2 jam berada di Mesjid, tapi betapa cepatnya 2 jam berlalu saat menikmati pemutaran film di bioskop.

Lucu ya, susah merangkai kata untuk dipanjatkan saat berdoa atau sholat, tapi betapa mudahnya mencari bahan obrolan bila ketemu teman.

Lucu ya, betapa serunya perpanjangan waktu di pertandingan bola favorit kita, tapi betapa bosannya bila imam sholat Tarawih bulan Ramadhan kelamaan bacaannya.

Lucu ya, susah banget baca Al-Quran 1 Juz saja, tapi novel "best seller" 100 halamanpun habis dilalap.

Lucu ya, orang-orang pada berebut paling depan untuk nonton bola atau konser, dan berebut cari shaf paling belakang bila Jum’atan agar bisa cepat keluar.

Lucu ya, susahnya orang mengajak berpartisipasi untuk dakwah, tapi mudahnya orang berpartisipasi menyebar gosip.

Lucu ya, kita begitu percaya pada yang dikatakan koran, tapi sering kita mempertanyakan apa yang dikatakan Qur’an.

Lucu ya, semua orang pinginnya masuk surga tanpa harus beriman, berpikir, berbicara atau melakukan apa-apa.

Lucu ya, kita bisa ngirim ribuan "jokes" lewat "E-mail", tapi bila ngirim yang berkaitan dengan ibadah sering mesti berpikir dua kali.

Keseimbangan dalam Al Qur’an

Uncategorized No Comments »

Abdul Razak Naufal, seorang sarjana Mesir menemukan bahwa kata-kata yang terkandung dalam Quran sangat harmonis dan akurat. Dia mempublikasikan hasil penyelidikannya dalam bukunya yang berjudul "Al-Ijaaz Al-Adady LilQuran Alkarim" (Kemukjizatan dari segi bilangan dalam Quran) yang terdiri dari tiga jilid,mengemukakan sekian banyak contoh tentang keseimbangan jumlah kata-kata dalam Quran. Semua keajaiban itu menunjukkan bukti bahwa ada kekuatan yang mahadahsyat yang melebihi kekuatan manusia., yaitu Allah.

Berikut rangkuman/ ringkasan dari hasil penelitiannya tersebut, dimana pembaca bisa membuktikan sendiri secara tepat dengan merujuk pada Kashful-ul-Ayat dari Quran :

A. Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan ‘Antonimnya’ (lawan kata) :

1. Kata ‘Hayat’ (Hidup) dan ‘Maut’ (Mati) masing-masing ditemukan sebanyak 145 kali.
2. Kata ‘Al Nafa’a’ (Manfaat) dan ‘Al Madharrat’ (Madharrat) masing-masing sebanyak 50 kali.
3. Kata ‘Al Har’ (Panas) dan ‘Al Bardu’ (Dingin) masing-masing sebanyak 4 kali.
4. Kata ‘As Sholiha’ (Kebajikan) dan ‘As Sayah’(Keburukan) masing-masing sebanyak 167 kali.
5. Kata ‘At Thoma’ninah’ (Kelapangan/ Ketenangan) dan ‘Adduk’ (Kesempitan/ Kekesalan) masing-masing sebanyak 13 kali.
6. Kata ‘Arrobat’ (Cemas/ Takut) dan ‘Arrogho’ (Harap/Ingin) masing-masing sebanyak 8 kali.
7. Kata ‘Al Kafir’ (Kafir) dan ‘Al Iman’ (Iman) dalam bentuk difinite masing-masing sebanyak 8 kali, sedang dalam bentuk indifinite masing-masing sebanyak 17 kali.
8. Kata ‘As Shufah’ (Musim Panas) dan ‘As Syata’ (Musim Dingin) masing-masing sebanyak 1 kali.
9. Kata ‘Dunya’ (Dunia) dan ‘Akherat’ (Hari Kemudian) masing-masing sebanyak 115 kali.
10. Kata Setan dan Malaikat masing-masing sebanyak 88 kali.

B. Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan ‘Sinonimnya’ (makna yg dikandungnya):

1. Kata ‘Al Harot’ dan ‘An Naro’at’ (Membajak/ Bertani) masing-masing sebanyak 14 kali.
2. Kata ‘Al Ajaba’ dan ‘An Ghororoh’ (Membanggakan Diri/ Angkuh) masing-masing sebanyak 27 kali.
3. Kata (Orang Sesat/ Mati Jiwanya) masing-masing sebanyak 17 kali.
4. Kata (Quran, Wahyu, dan Islam, ) masing-masing sebanyak 70 kali.
5. Kata (Akal dan Cahaya) masing-masing sebanyak 49 kali.
6. Kata (Nyata) masing-masing sebanyak 16 kali.

C. Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan kata yang menunjuk pada akibatnya :

1. Kata (Menafkahkan) dengan (Kerelaan) masing-masing sebanyak 73 kali.
2. Kata (Kekikiran) dan (Penyesalan) masing-masing sebanyak 12 kali.
3. Kata (Orang-orang kafir) dan (Neraka/ Pembakaran)) masing-masing sebanyak 154 kali.
4. Kata (Zakat/ Pensucian) dan (Kebajikan yang banyak) ) masing-masing sebanyak 32 kali.
5. Kata (Kekejian) dan (Murka) ) masing-masing sebanyak 26 kali.
6. Kata ‘Al Rijs’ (Godaan Syaithan dan Najis) dan ‘Al Rejz’ (Siksa yang pedih) masing-masing sebanyak 10 kali.
7. Kata ‘Ilm’ (Mengetahui), ‘Ma’rifat’ (Pengenalan Allah), dan ‘Iman’Keyakinan) masing-masing sebanyak 811 kali.

Ini menunjukkan bahwa melalui pengenalan kepada Allah dapat menghantarkan pada keyakinan yang teguh.

D. Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan kata penyebabnya :

1. Kata (Pemborosan) dan (Ketergesa-gesaan) masing-masing sebanyak 23 kali.
2. Kata (Nasehat/ Petuah) dan (Lidah) masing-masing sebanyak 25 kali.
3. Kata (Tawanan) dan (Perang) ) masing-masing sebanyak 6 kali.
4. Kata (Kedamaian) dan (Kebajikan) ) masing-masing sebanyak 60 kali.

E. Keseimbangan Khusus

1. Kata ‘Yaum’ (Hari) dalam bentuk tunggal ditemukan sebanyak 365 kali, sama dengan jumlah hari dalam setahun.
2. Kata ‘Yaam’ dan ‘Yaumin’ (Hari-hari) dalam bentuk jamak, jumlah keseluruhannya ditemukan sebanyak 30 kali, sama dengan jumlah hari dalam sebulan.
3. Kata ‘Syahr’ (Bulan) ditemukan sebanyak 12 kali, sama dengan 12 bulan dalam setahun.
4. Kata ‘Asbat’ (Dua belas sahabat Nabi Musa) dan ‘Hawariun’ (Dua belas sahabat Nabi Isa) masing-masing ditemukan sebanyak 5 kali.
5. Kata-kata yang menunjuk pada utusan Tuhan, yaitu (Rasul), (Nabi), (Pembawa Berita Gembira), dan (Pemberi Peringatan) keseluruhannya berjumlah 518 kali. Jumlah ini seimbang dengan jumlah penyebutan nama-nama Nabi, Rasul, Pembawa Berita tersebut, yakni 518 juga.
6. Dalam Quran terdapat 7 (tujuh) ayat yang memberi penjelasan tentang langit ada ‘tujuh’, dan 7 (tujuh) ayat pula yang menjelaskan terciptanya langit dan Bumi dalam ‘enam’ tahap.

Sumber : www.ukhuwah.or.id

Karena Setiap Kita adalah Mutiara

Uncategorized No Comments »

Ia nya menjadi indah
Oleh pengorbanan menjemputnya
di palung samudera
juga oleh waktu yang membentuknya
Seperti dirimu yang juga indah
Oleh pengorbanan yang kau baktikan
Pada sesama
Sungguh engkau indah
Karena engkau adalah
Mutiara

Mutiara. Awalnya ia bukan apa-apa. Hanya butiran pasir dan debu kotor yang tak ada harganya. Waktu yang kemudian membentuknya: detik demi detik, di kedalaman samudera, dalam kegelapan cangkang makhluk-Nya. Dengan proses yang demikian panjang dan pelan, penuh kesabaran. Pun kemudian, keindahannya juga tak dapat segera dinikmati begitu saja. Karena ia harus dijemput di kedalaman lautan, dikeluarkan dari rumahnya yang kokoh dan dibersihkan, disepuh dan diolah hingga menjadi perhiasan istimewa. Sungguh sebuah proses yang panjang dan melelahkan, bahkan bukan tidak mungkin terhenti di tengah jalan.
***
Mungkin engkau pernah merasa dirimu bukanlah apa-apa saat ini. Bahkan bisa jadi lebih dari itu, engkau membenci dirimu sendiri, sebagai manusia tak berguna, makhluk sia-sia. Begitu banyak kekurangan, begitu banyak kesalahan dan keburukan. Apalagi ketika kau melihat orang lain yang nampak begitu sempurna dan memiliki begitu banyak kelebihan, rasanya engkau makin ingin tenggelam. Mengapa orang lain memiliki begitu banyak kelebihan sedang aku tak memiliki apa-apa kecuali kekurangan? Mengapa aku buruk sedang orang lain cakep? Mengapa orang lain berhasil dan aku selalu gagal? Mengapa orang lain kaya dan aku miskin? Serta beribu ‘mengapa’ lainnya yang akan membuat kita kecewa dan terluka, serta terpaku pada kekurangan-kekurangan yang kita miliki.
Padahal, saya percaya, setiap kita tahu dan yakin, bahwa Allah tidak mungkin menciptakan makhlukNya hanya dengan kekurangan saja atau kelebihan saja. Hanya dengan madharat saja tanpa manfaat atau sebaliknya. Pun kita manusia, pastilah memiliki keduanya dalam porsi yang imbang. Dia yang maha kuasa membekali manusia dengan segala kelebihan, menjadikan setiap insan memiliki keistimewaan. Hanya saja proses hidup yang kita alami mungkin telah membuatnya hanya menjadi potensi terpendam, tak muncul ke permukaan, bahkan mungkin ia, sekalipun ia pernah muncul di masa kecil kita, kemudian terkubur oleh segala tekanan dan rintangan.
Padahal, ibarat mutiara, kita tak dapat menjadi berharga begitu saja. Kita butuh waktu untuk membentuknya. Kita butuh proses panjang untuk mendapatkan keindahannya. Dan proses ini, butuh ketelatenan dan kesabaran.
Ya, sesungguhnya setiap kita adalah mutiara yang memiliki pancaran keindahan kita masing-masing, seperti apapun adanya kita pada awalnya. Kita hanya harus menyepuhnya untuk membuatnya menjadi berharga. Dan proses menyepuh ini, banyak cara dan jalannya.
Rintangan, hambatan, pengalaman, pembelajaran, baik oleh diri sendiri maupun oleh orang lain, tidak akan menjadi masalah. Karena pada dasarnya kita adalah mutiara. Kita hanya harus berusaha semaksimal kita, membuka mata, buka telinga dan buka hati.
Hanya satu awal yang perlu kita lakukan: itikad dan keyakinan untuk menjadi mutiara. Sungguh saya ingin menjadi mutiara, melalui berbagi dan berbakti pada sesama. Engkau? Menjadi mutiara seperti apa yang engkau inginkan?

Pray to god..

Uncategorized 1 Comment »

Aku meminta kepada Allah untuk menyingkirkan penderitaanku.
Allah menjawab, Tidak.
Itu bukan untuk Kusingkirkan, tetapi agar kau mengalahkannya.

Aku meminta kepada Allah untuk menyempurnakan kecacatanku.
Allah menjawab, Tidak.
Jiwa adalah sempurna, badan hanyalah sementara.

Aku meminta kepada Allah untuk menghadiahkanku kesabaran.
Allah menjawab, Tidak.
Kesabaran adalah hasil dari kesulitan; itu tidak dihadiahkan, itu
harus dipelajari.

Aku meminta kepada Allah untuk memberiku kebahagiaan.
Allah menjawab, Tidak.
Aku memberimu berkat. Kebahagiaan adalah tergantung padamu.

Aku meminta kepada Allah untuk menjauhkan penderitaan.
Allah menjawab, Tidak.
Penderitaan menjauhkanmu dari perhatian duniawi dan membawamu mendekat
padaKu.

Aku meminta kepada Allah untuk menumbuhkan rohku.
Allah menjawab, Tidak.
Kau harus menumbuhkannya sendiri, tetapi Aku akan memangkas untuk
membuatmu berbuah

Aku meminta kepada Allah segala hal sehingga aku dapat menikmati hidup.
Allah menjawab, Tidak.
Aku akan memberimu hidup, sehingga kau dapat menikmati segala hal.

Aku meminta kepada Allah membantuku mengasihi orang lain, seperti Ia mengasihiku.
Allah menjawab.. Ahhh, akhirnya kau mengerti.

HARI INI ADALAH MILIKMU JANGAN SIA-SIAKAN .
Bagi dunia kamu mungkin hanyalah seseorang, Tetapi bagi seseorang kamu
adalah dunianya
God Bless You All

…do it now…

Uncategorized No Comments »

Pada suatu tempat, hiduplah seorang anak. Dia hidup dalam keluarga yang bahagia, dengan orang tua dan sanak keluarganya. Tetapi, dia tidak pernah mensyukuri betapa baiknya kehidupan yang dia miliki. Dia terus bermain, mengganggu sanak keluarganya kalau mereka tidak mau bermain apa yang dia ingin main. Tetapi, ketika dia mau minta maaf, dia selalu berkata, "Tidak apa-apa, besok kan bisa."

Ketika agak besar, sekolah sangat menyenangkan baginya. Dia belajar, mendapat teman, dan sangat bahagia. Tetapi, dia tidak pernah mensyukurinya. Semua begitu saja dijalaninya sehingga dia anggap semua sudah sewajarnya. Suatu hari, dia berkelahi dengan teman baiknya. Walaupun dia tahu itu salah, tapi ia tidak pernah mengambil inisiatif untuk minta maaf dan berbaikan dengan teman baiknya. Alasannya adalah,"Tidak apa-apa, besok kan bisa."

Ketika dia agak besar, teman baiknya tadi bukanlah temannya lagi. Walaupun dia masih sering melihat temannya itu, tapi mereka tidak pernah saling tegur. Tapi itu bukanlah masalah, karena dia masih punya banyak teman baik yang lain. Dia dan teman-temannya hampir melakukan segala sesuatu bersama-sama, makan, main, kerjakan PR, dan jalan-jalan. Ya, mereka semua teman-temannya yang paling baik.

Setelah lulus, kerja membuatnya sibuk. Dia bertemu dengan seorang perempuan yang sangat cantik dan baik dan segera dia menjadi pacarnya. Dia begitu sibuk dengan kerjanya, karena dia ingin dipromosikan ke posisi paling tinggi dalam waktu yang sesingkat mungkin.

Tentu, dia rindu dengan teman-temannya. Tapi dia tidak pernah lagi menghubungi mereka, bahkan lewat telepon. Dia selalu berkata, "Ah, aku capek, besok saja aku hubungi mereka." Ini tidak terlalu mengganggunya karena dia punya teman-teman sekerja yang selalu mau diajak keluar. Jadi, waktu pun berlalu, dia lupa sama sekali untuk menelepon teman-temannya.

Setelah dia menikah dan punya anak, dia bekerja lebih keras lagi untuk membahagiakan keluarganya. Dia tidak pernah lagi membeli bunga untuk istrinya atau pun mengingat hari ulang tahun istrinya dan juga hari pernikahan mereka. Tapi, itu tidak masalah baginya, karena istrinya selalu mengerti dia dan tidak pernah menyalahkannya. Tentu, kadang-kadang dia merasa bersalah dan sangat ingin punya kesempatan untuk mengatakan pada istrinya "Aku cinta kamu", tapi dia tidak pernah melakukannya. Alasannya "Tidak apa-apa, saya pasti besok akan
mengatakannya." Dia tidak pernah sempat datang ke pesta ulang tahun anak-anaknya, tapi dia tidak tahu ini akan berpengaruh pada anak-anaknya. Anak-anak mulai menjauhinya, dan tidak pernah benar-benar menghabiskan waktu mereka dengan ayahnya.

Suatu hari, kemalangan datang ketika istrinya tewas dalam kecelakaan. Dia ditabrak lari. Tapi hari itu, dia sedang rapat. Dia tidak sadar bahwa itu kecelakaan yang fatal, dia baru datang saat istrinya akan dijemput maut. Sebelum sempat berkata "Aku cinta kamu", istrinya meninggal.

Laki-laki itu remuk hatinya dan mencoba menghibur diri melalui anak-anaknya setelah kematian istrinya. Tapi, dia baru sadar anak-anaknya tidak pernah mau berkomunikasi dengannya. Segera, anak-anaknya dewasa dan membangun keluarganya masing-masing. Tidak ada yang peduli dengan orang tua ini yang di masa lalunya tidak pernah meluangkan waktunya untuk mereka.

Dia pindah ke rumah jompo yang terbaik, yang menyediakan pelayanan sangat baik dengan uang yang dia simpan untuk perayaan pernikahan ke 50, 60, dan 70 dia dan istrinya. Semua uang itu sebenarnya untuk dipakai pergi ke Hawaii, New Zealand, dan negara-negara lain, tapi kini dipakai untuk membayar biaya tinggalnya di rumah jompo tersebut.

Sejak itu sampai dia meninggal, hanya ada orang-orang tua dan suster yang merawatnya. Dia kini merasa sangat kesepian, perasaan yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya. Saat dia akan meninggal, dia memanggil seorang suster dan berkata padanya, "Ah, andai saja aku menyadari ini dari dulu…." Dan dia meninggal dengan air mata di pipinya.

Apa yang ingin saya coba katakan pada kamu, waktu tidak akan pernah berhenti. Kamu terus maju dan maju, sebelum kamu sadar, kamu telah maju terlalu jauh. Jika kamu pernah bertengkar, segera berbaikanlah! Jika kamu merasa ingin mendengar suara teman kamu, jangan ragu-ragu untuk meneleponnya segera.

Terakhir, tapi ini yang paling penting, jika kamu merasa kamu ingin mengatakan kepada seseorang bahwa kamu sayang padanya, jangan tunggu sampai terlambat. Jika kamu terus berpikir bahwa kamu dapat memberitahunya di lain waktu, hari itu tidak pernah akan datang. Jika kamu selalu berpikir bahwa besok akan datang, maka "esok" akan pergi begitu cepatnya hingga kamu baru sadar waktu telah meninggalkanmu.


Theme & Icons by N.Design Studio.
Entries RSS Comments RSS Log in